Skip to main content

Cinta Abu Yazid Al-Busthomi dan Untaian Nasihat

Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami, lahir di Bustham terletak di bahagian timur Laut Persi. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau merupakan salah seorang Sultan Aulia, yang juga sebagai salah satu Syeikh yang ada dalam silasilah dalam thoriqoh Sadziliyah dan beberapa thoriqoh yang lain.

Antara Mutiara Kata Abu Yazid Al-Busthomi

1. Dia berpesan, “Saya telah bermujahadah (beribadah sungguh-sungguh) selama 30 tahun. Tidak ada yang paling berat bagiku selain mempelajari ilmu dan mengamalkannya. Kalau bukan karena perbezaan para ulama, pasti saya akan tetap mendalaminya. Perbedaan pendapat para ulama adalah rahmat kecuali dalam masalah tauhid.” Dikatakan pula bahwa Abu Yazid tidak meninggalkan dunia kecuali dia telah mengkhatamkan Al-Qur’an seluruhnya.

2. Dia pernah bercerita: “Saya pernah pergi mengunjungi seseorang yang terkenal dengan kewaliannya. Dia seorang yang banyak dikunjungi dan terkenal dengan kezuhudannya, lalu saya datang padanya. Ketika saya lihat dia keluar dari rumah dan masuk masjid, ia meludah ke arah kiblat, maka saya berpaling dan tidak mengucapkan salam kepadanya. Dia tidak dapat dipercaya dan kurang berpegang teguh dengan adab-adab Rasulullah SAW. Jika demikian, bagaimana mungkin kewaliannya dapat dipercaya.”

3. Pernah ditanyakan tentang awal taubat dan kezuhudannya, lalu dijawab, “Zuhud tidak mempunyai kedudukan.” Ditanyakan lagi, “Mengapa?” Jawabnya, “Karena ketika saya berzuhud selama tiga hari, pada hari keempatnya saya keluar dari zuhud. Hari pertama saya zuhud dari dunia dan seisinya, pada hari kedua saya zuhud dari akhirat dan seisinya, pada hari ketiga saya zuhud dari apa saja selain Allah. Maka pada hari keempat tiadalah yang tersisa selain Allah, lalu saya menemukan suatu kesimpulan pengertian. Tiba-tiba saya mendengar suara bisikan yang mengatakan, “Wahai Abu Yazid, tidak ada rasa takut orang yang bersama kami.” Saya pun menimpalinya, ‘Inilah yang saya inginkan. Datanglah suara berikutnya yang mengatakan, ‘Kamu telah menemukan, kamu telah menemukan.’

4. Pernah ditanyakan, “Penghalang apa yang paling berat dalam melalui jalan menuju Allah?” Jawabnya, “Saya tidak dapat menerangkannya.” Ditanyakan lagi, “Usaha apakah yang paling ringan untuk menghindari nafsu?” Jawabnya, “Kalau ini saya dapat menerangkan. Saya pernah mengajak hawa nafsuku untuk taat pada Allah SWT., namun ia menolaknya, lalu saya jauhi air (berpuasa) selama setahun.”

5. Jika kamu melihat seorang yang telah diberi keramat sampai ia bisa terbang di udara sekalipun, maka janganlah tertipu dengannya, sehingga kamu dapat menilai kesungguhannya dalam melaksanakan perintah dan larangan Allah, dalam menjaga batas-batas hukum Allah, dan dalam melaksanakan syariat Allah.

6. Pamanku, Al-Busthami pernah menceritakan dari ayahnya. Dia mengatakan, “Di suatu malam pernah Abu Yazid pergi ke suatu markas (tempat) untuk berzikir, namun sampai pagi ia tidak dapat berzikir. Saya tanyakan sebabnya, lalu dijawab, ‘Saya teringat sebuah kata ketika saya masih kecil yang kata ini berputar-putar terus di lidahku, sehingga saya malu untuk berzikir kepada Allah’. “

Disarikan dari Kitab Risalah Qusairiyah Karangan: Imam Abul Qasim Abdul Karim Hawazin Al Qusyairi An Naisaburi

Rujukan : Olahan dari Naimkhan & Jalansufi

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Hidup Hassan Al-Basri & 40 Nasihat Kehidupan

Hasan al-Basri dilahirkan di Kota Madinah, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin al-Khattab pada tahun 21 Hijrah (642 Masihi). Hasan al-Basri juga pernah berguru kepada beberapa orang sahabat Rasulullah S.A.W. sehingga beliau muncul sebagai Ulama terkemuka dalam peradaban Islam. Hasan al-Basri telah meninggal dunia di Basrah, Iraq, pada hari jumaat 5 Rejab 110 Hijrah (728 Masihi), pada umur 89 tahun. Beliau pernah hidup di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Keilmuan dan ketokohan Imam Hasan al-Basri amat luar biasa dan tidak perlu disangkal lagi. Al-Imam Abu Salamah at-Tabuzaki mengatakan “aku menghafal daripada Imam Hasan al-Basri lapan ribu permasalahan Fiqh dan Hadith”. Saidina Anas ibn Malik pernah mengatakan “kalian tanyalah pada Imam Hasan al-Basri kerana beliau itu kuat ingatan sedangkan kami lupa”. Manakala menurut Imam Muhammad ibn Saad di dalam kitabnya menyebut “Imam Hasan al-Basri orang yang mengumpulkan semua ilmu, sangat alim, sangat mendal...

Saad Bin Abi Waqqas berdakwah di Negara China

Saad bin Abi Waqas, Pendakwah pertama ke Negara China Nama sebenar beliau ialah Abu Ishaq Sa‘ad bin Abu Waqqas Malik bin Uhaib bin ‘Abd Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka‘ab bin Lu’ai al-Qurasyi al-Zuhri al-Makki. Beliau termasuk dalam kalangan sepuluh orang yang dijanjikan syurga. Saad lahir dan membesar di kota Mekah, Dia dikenali sebagai pemuda yang memiliki pemikiran yang cerdas. Tubuhnya tidak terlalu tinggi namun bertubuh tegap. Orang selalu membandingkannya dengan singa muda. Saad berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orang tuanya, terutama ibunya. Walaupun berasal dari Mekah, dia sangat benci kepada upacara penyembahan berhala yang menjadi budaya di Mekah ketika itu. Suatu hari, dia didatangi Abu Bakar RA dan mengajak Saad menemui Nabi Muhammad SAW di sebuah bukit berhampiran Kota Mekah. Beliau pun segera menerima undangan Nabi Muhammad SAW dan kemudian Saad menjadi salah seorang sahabat yang pertama masuk Islam. Sa...

Saidina Uthman Bin Affan yang Baik Hati

Dari Abdurrahman bin Khabbab dia berkata; Aku melihat Nabi Muhammad SAW ketika beliau memberi semangat terhadap pasukan Usrah (pasukan Tabuk).  Lalu Uthman bin 'Affan berdiri sambil berkata; "Wahai Rasulullah, aku akan memberikan seratus unta lengkap dengan muatan dan pelananya untuk (berjuang) di jalan Allah."  Kemudian baginda memberi semangat terhadap pasukan tersebut, maka Uthman bin 'Affan berdiri sambil berkata; "Wahai Rasulullah, saya tambah dua ratus ekor unta lagi lengkap dengan muatan dan pelananya untuk (berjuang) di jalan Allah."  Kemudian baginda memberi semangat terhadap tentera, maka Uthman bin 'Affan berdiri sambil berkata; "Wahai Rasulullah, aku akan menambah tiga ratus unta lagi lengkap dengan muatan dan pelananya untuk (berjuang) di jalan Allah." Maka aku melihat Nabi Muhammad SAW turun dari mimbar sambil bersabda: "Maka tidak ada lagi yang dapat membahayakan Uthman setelah kebaikannya ini, tidak ada lagi yan...