Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam Kitab Mausu’ah min Akhlaq Rasulillah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan, menurut riwayat Abu Barzah Al-Aslami, Julaibib adalah lelaki dari kalangan Ansar dan seorang dari sahabat nabi.
Julaibib termasuk sahabat nabi yang mulia. Pernah suatu ketika Rasulullah SAW menanyakan kepada Julaibib kenapa ia tidak menikah.
Julaibib mengatakan dirinya tidak yakin akan ada wanita yang mahu menikah dengannya. Sebab, ia tahu bahwa dirinya bukanlah lelaki bernasab, tidak rupawan, dan tidak memiliki harta.
Dikatakan, Julaibib merupakan nama yang tidak biasa di kalangan bangsa Arab, namanya juga tidak lengkap dan tidak bernasab. Julaibib terlahir tanpa mengetahui siapa kedua orang tuanya.
Semua orang tidak mengambil berat tentang Julaibib, tentang nasabnya, atau dari suku apa ia berasal.
Rupa fizikalnya membuat tak ada yang mahu bersahabat dengannya. Wajahnya kusut, posturnya pendek, tubuhnya bongkok, kulitnya hitam, miskin, pakaiannya lusuh, dan kakinya pecah karena tak beralas kaki.
Julaibib adalah seorang insan yang tidak dipandang. Namun, bila Allah SWT berkehendak menurunkan kasih sayang-Nya, tak ada yang kuasa menghalanginya.
Allah SWT memuliakan Julaibib dengan hidayah, seorang yang dihina oleh penduduk bumi, tetapi menjadi mulia di antara penduduk langit.
Julaibib selalu berada di saf depan di dalam solat dan jihad. Meski kebanyakan orang seperti menganggapnya tiada, tapi tidak dengan Rasulullah SAW yang selalu menunjukkan perhatian dan cinta kepada umatnya.
Pada suatu hari Julaibib ditegur oleh Rasulullah SAW yang ketika itu berehat di Masjid Nabawi – “Julaibib, tidakkah engkau mahu menikah?” lembut suara Nabi SAW memekarkan bunga jiwa Julaibib.
“Siapakah orangnya, ya Nabi, yang mau menikahkan anaknya dengan diriku ini?” Julaibib menjawab dengan senyuman. Tidak ada kesan ia menyesali dan menyalahkan takdir. Rasulullah juga tersenyum, dan ia kembali menanyakan hal yang sama kepada Julaibib sehingga tiga hari berturut-turut.
Pada hari ketiga itulah Rasulullah SAW mengajak Julaibib ke rumah salah satu pemimpin Ansar. Betapa bahagianya tuan rumah menerima kunjungan kehormatan dari Nabi Allah SWT.
"Aku ingin menikahkan putri kalian," kata Rasulullah SAW kepada pemilik rumah.
“Masya Allah, alangkah indah dan berkahnya. Duhai betapa kehadiranmu akan menjadi cahaya yang menyingkirkan kesuraman di rumah kami”, beliau mengira bahwa Rasulullah akan meminang anak gadisnya.
“Bukan untukku,” aku pinang putrimu untuk Julaibib” kata Rasulullah SAW.
Ayah sang gadis sangat terkejut mendengarnya, sedang istrinya berkata, “Dengan Julaibib? Bagaimana mungkin? Julaibib yang jelek dan hitam, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta? Demi Allah, tidak! Tidak akan pernah anak kita menikah dengannya!”
Sementara itu, anak gadisnya yang mendengar percakapan mereka dari balik tirai berbicara. Cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan segalanya.
Ia menerima pinangan dari Rasulullah SAW dan setuju untuk menikah dengan Julaibib. Cintanya kepada Allah SWT ditunjukkan dengan taat dan patuh kepada Rasul-Nya.
Namun, hubungan pasangan ini tidak berlangsung lama. Julaibib gugur saat berperang dan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAaw bertanya, “Apakah kalian kehilangan seseorang?” kata Rasulullah SAW setelah selesai pertempuran.
“Tidak, ya Rasulullah,” Jawab para sahabat.
“Apakah kalian kehilangan seseorang?” kata Rasulullah SAW bertanya lagi. Wajahnya mulai merah.
“Tidak, ya Rasulullah,” Sebahagian sahabat menjawab dengan ragu dan was-was, mereka melihat sekeliling dan memastikan tidak kehilangan seseorang.
Terdengar helaan nafas yang berat, Rasulullah mengatakan -"Aku kehilangan Julaibib, carilah Julaibib!" kata beliau.
Para sahabat tersedar dan mencari Julaibib, akhirnya mereka menemukan Julaibib gugur penuh luka, di sekitarnya terdapat tujuh musuh yang telah ia bunuh. Rasulullah SAW dengan tangannya sendiri mengkafankan Julaibib dan mensolatinya.
Julaibib telah lama dirindukan oleh para bidadari surga, meski di dunia ia memiliki istri yang solehah. Julaibib lebih diperhatikan oleh penduduk langit daripada penduduk bumi.
Olahan dan Rujukan dari :
detikcom
Comments
Post a Comment