Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam yang lahir di Mesir. Nama asli Nabi Idris adalah Khanukh, sementara itu guru utama Nabi Idris adalah Syis.
Beberapa ilmuwan seperti Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Asy-Syaukani, hingga As-Suyuthi menjelaskan bahwa Nabi Idris hidup sebelum Nabi Nuh.
Teori ini muncul berdasarkan nasab bahwa nama asli Nabi Idris adalah Khonukh, yang merupakan nenek moyang Nabi Nuh. Hal itu juga diperkuat dengan:
Surah Maryam Ayat 58, Allah SWT berfirman:
Mereka itulah sebahagian dari Nabi-nabi yang telah dikurniakan Allah nikmat yang melimpah-limpah kepada mereka dari keturunan Nabi Adam, dan dari keturunan orang-orang yang Kami bawa (dalam bahtera) bersama-sama Nabi Nuh, dan dari keturunan Nabi Ibrahim, dan (dari keturunan) Israil- dan mereka itu adalah dari orang-orang yang Kami beri hidayah petunjuk dan Kami pilih. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat (Allah) Ar-Rahman, mereka segera sujud serta menangis.
Nabi Idris merupakan nabi pertama yang diberikan wahyu oleh Allah melalui Malaikat Jibril. Nabi Idris berdakwah untuk menegakkan agama Islam dengan mengajarkan tauhid dan beribadah menyembah Allah.
Dikutip dari e-book 25 Kisah Nabi & Rasul oleh Woro Lestari dan Tim Gema Insani, Nabi Idris menerima suhuf sebanyak 30. Allah SWT menurunkan 30 lembaran kitab suci kepada Nabi Idris, yang isinya berupa pedoman dan ajaran untuk disampaikan kepada kaumnya.
Dakwah Nabi Idris AS
Kaum Nabi Idris merupakan kaum Bani Qabil. Kaum tersebut merupakan keturunan Qabil yang tak menyembah Allah, karena mereka menyembah api.
Nabi Idris AS seorang yang amat gigih dalam memperjuangkan agama Allah SWT. Beliau selalu berdakwah kepada kaumnya dengan kesabaran.
Dalam perjalanan dakwahnya. Nabi Idris sentiasa mengalami berbagai rintangan. Beliau sering mendapatkan celaan dan ejekan, namun kesabarannya itu senantiasa membuatnya selalu dalam rahmat Allah SWT.
Beliau diutus oleh Allah untuk berdakwah ke wilayah Irak Kuno. Namun, di beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Idris diutus berdakwah ke Mesir.
Nabi Idris AS juga pernah mengajak umatnya untuk berhijrah ke Mesir di kota Memphis.
Pada awalnya, umat Nabi Idris menolak ajakan tersebut, mereka mengeluh karena Mesir merupakan negeri yang tandus. Namun, setelah diyakinkan oleh Nabi Idris AS pada akhirnya umatnya pun ikut berhijrah.
Mukjizat Nabi Idris AS
Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Idris AS dengan kemampuan kepandaian di berbagai bidang ilmu.
Nabi Idris AS adalah manusia pertama yang pandai dalam membaca dan menulis dengan kalam (pena). Beliau juga mampu menguasai berbagai bahasa.
Nabi Idris AS juga menguasai berbagai ilmu, seperti ilmu perbintangan, matematika, ilmu arkitektur dan ilmu alam.
Selain membaca dan menulis, Nabi Idris AS juga dikenal sebagai orang pertama yang menjahit pakaian. Beliau mampu untuk membuat kain, menggunting dan menjahit hingga menjadi pakaian. Pada sebelum waktu itu, manusia menggunakan kulit haiwan sebagai penutup auratnya.
Surah Maryam ayat 56-57, Allah SWT berfirman:
Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
Walaupun dirinya seorang nabi dan rasul di sisi Allah SWT, Nabi Idris sentiasa rajin beribadah, berdoa, selalu sabar, serta selalu menghormati sesama manusia.
Beliau suka tertunduk, sujud, bahkan menangis apabila mendengar atau dibacakan ayat-ayat Allah SWT kepadanya.
Selama berdakwah, Nabi Idris mengajarkan kaumnya dengan penuh kesabaran dan semangat agar umatnya sentiasa mengerjakan solat, zakat dan puasa.
Surah Al-Anbiya ayat 85-86, Allah SWT berfirman:
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang soleh.
Suatu ketika, Nabi Idris berjumpa dengan Malaikat Izrail (malaikat pencabut nyawa). beliau meminta kepada malaikat Izrail untuk diperlihatkan syurga dan neraka.
Atas izin Allah, Nabi Idris AS diberi kesempatan untuk masuk dan melihat syurga dan neraka.
Setelah melihat syurga, Nabi Idris AS tidak ingin meninggalkan syurga dan ingin menetap di sana. Berkat kesolehan serta kebaikannya, Allah pun mengabulkan hajatnya untuk tinggal di syurga dan kekal di dalamnya.
Olahan dan Rujukan dari :
detikcom
haibunda
Qurancom
Comments
Post a Comment