Skip to main content

Kisah Nabi Isa Alaihis Salam & Ibundanya, Maryam

Allah SWT telah mengurniakan beberapa keistimewaan dan mukjizat kepada Nabi Isa AS serta memelihara Baginda daripada dibunuh oleh Bani Israel.

Firman Allah yang bermaksud: "Wahai Isa ibn Maryam! Kenanglah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (Jibril), iaitu engkau dapat berkata-kata dengan manusia (semasa engkau masih kecil) dalam buaian dan sesudah dewasa, dan (ingatlah) ketika Aku mengajarmu menulis, membaca dan hikmah pengetahuan, khasnya kitab Taurat dan kitab Injil dan (ingatlah) ketika engkau jadikan dari tanah seperti bentuk burung dengan izin-Ku, kemudian engkau tiupkan padanya, lalu menjadilah dia seekor burung dengan izin-Ku dan (ingatlah ketika) engkau menyembuhkan orang buta dan orang sopak dengan izin-Ku dan (ingatlah) ketika engkau menghidupkan orang yang mati dengan izin-Ku dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israel daripada membunuhmu, ketika engkau datang kepada mereka dengan membawa keterangan (mukjizat), lalu orang yang kafir di antara mereka berkata: Bahawa ini hanyalah sihir yang terang nyata." (Surah Al-Maidah, ayat 110)

Begitulah kelebihan yang ada pada seorang Nabi yang tetap beriman serta mengajak kepada kaumnya untuk turut sama mentaati perintah Allah SWT.  

Nabi Isa AS memiliki kesolehan dan ketauhidan yang sangat kuat. Dalam Al-quran Allah SWT menanyakan ketauhidan kepada Nabi Isa AS, apakah ia mengaku sebagai Tuhan, lalu Nabi Isa as menjawab, tidak mengaku dan menyuruh ummatnya hanya menyembah kepada Allah SWT.

Kisah kelahiran Nabi Isa as ini digambarkan Allah swt. dengan indah di dalam Surah Maryam.

Peristiwa-peristiwa ganjil yang dialami oleh ibunya, Maryam. Di antara peristiwa itu adalah ketika Maryam menyendiri, tiba-tiba datang malaikat Jibril menyerupai manusia, kisah ini diceritakan di dalam Surah Maryam Ayat 19-21.

"Sesungguhnya aku pesuruh Tuhanmu, untuk menyebabkanmu dikurniakan seorang anak yang suci".

Maryam bertanya (dengan cemas): Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak lelaki, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun, dan aku pula bukan perempuan jahat?"

Ia menjawab: "Demikianlah keadaannya tak usahlah dihairankan; Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagiKu; dan Kami hendak menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami) untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami; dan hal itu adalah satu perkara yang telah ditetapkan berlakunya.

Peristiwa Kelahiran Nabi Isa
Semakin hari, usia kandungan Maryam semakin membesar sehingga telah tiba waktunya Maryam melahirkan seorang anak. Dengan rasa sakit, ia memaksakan diri untuk bersandar ke pangkal pohon kurma. Hal ini tergambar di dalambSurah Maryam Ayat 23-25, Allah SWT berfirman :

"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, Dia berkata: "Aduhai, Alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."

"Lalu ia diseru dari sebelah bawahnya:" Janganlah engkau berdukacita (wahai Maryam), sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan di bawahmu sebatang anak sungai."

"Dan gegarlah ke arahmu batang pohon tamar itu, supaya gugur kepadamu buah tamar yang masak."

Cercaan yang Diterima Maryam Dari Kaumnya

Maryam diperintahkan agar ia tidak terlalu memikirkan apa yang telah terjadi, ia diperintahkan makan dan minum atas apa yang Allah swt. anugerahkan kepadanya, dan Allah swt telah mensucikan masa depannya, dan membersihkan nama baik yang dituduhkan oleh kaumnya terhadap dirinya.

Sehingga mereka yakin dan mengakui bahwa Maryam adalah sosok yang suci lagi bersih dari sifat-sifat yang tercela. Kemudian Maryam membawa Isa as anaknya kepada kaumnya sebagaimana terdapat di dalam Surah Maryam Ayat 27-32 :

"Kemudian baliklah ia kepada kaumnya dengan mendokong anaknya mereka pun menempelaknya dengan berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu perkara yang besar salahnya!"

"Wahai saudara perempuan Harun, bapamu bukanlah seorang yang buruk akhlaknya, dan ibumu pula bukanlah seorang perempuan jahat!"

"Maka Maryam segera menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata (dengan hairannya): "Bagaimana kami boleh berkata-kata dengan seorang yang masih kanak-kanak dalam buaian?"

"Ia menjawab:" Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Ia telah memberikan kepadaku Kitab (Injil), dan Ia telah menjadikan daku seorang Nabi."

"Dan Ia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada, dan diperintahkan daku mengerjakan sembahyang dan memberi zakat selagi aku hidup."

"Serta (diperintahkan daku) taat dan berbuat baik kepada ibuku, dan Ia tidak menjadikan daku seorang yang sombong takbur atau derhaka."

Nabi Isa Sebagai Rasul

Dalam Alquran tidak dijelaskan bilakah Nabi Isa AS diangkat menjadi nabi, dan di mana tempatnya. Akan tetapi, perintah kenabian Nabi Isa AS dikenal sejak ia lahir dan sejak ia berbicara kepada Bani Israil ketika masih dalam buaian.

Setelah Nabi Isa as berumur 30 tahun, Malaikat Jibril datang sebagai utusan Allah swt untuk mengangkatNya menjadi Rasul dan menyambung pelajaran yang pernah diajarkan rasul-rasul sebelumnya dan memberi khabar kepada manusia tentang kedatangan seorang nabi terakhir iaitu Nabi Muhammad SAW.

Dalam Surah As-Shaf Ayat 4, Allah SWT berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, iaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."

Nabi Isa menyampaikan Agama yang benar dan meluruskan penyelewengan pendeta Yahudi yang telah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa AS yang sebenarnya.

Allah SWT Hal tersebut diungkap dalam Surah az-Zukhruf Ayat 63-64, Allah SWT berfirman:

"Dan ketika Nabi Isa datang (kepada kaumnya) dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, berkatalah ia: "Sesungguhnya aku datang kepada kamu dengan membawa hikmat (ajaran Tuhan), dan untuk menerangkan kepada kamu: sebahagian dari (perkara-perkara ugama) yang kamu berselisihan padanya. Oleh itu, bertaqwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.

"Sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah kamu akan Dia; inilah jalan yang lurus".

Mukjizat Nabi Isa AS

Mukjizat yang dimiliki para nabi sebagai pemberian dari Allah SWT untuk menghadapi para penentangnya, dan memperlihatkan kebenaran kerasulan serta kenabiannya, sehingga ajaran yang dibawanya dapat diterima umat manusia. Antara Mukhizat Nabi Isa AS ialah : 

1. Nabi Isa dilahirkan tanpa Ayah.

2. Dapat berbicara dengan manusia saat ketika masih Bayi.

3. Membuat burung dari tanah liat dan menghidupkannya.

4. Menyembuhkan Pelbagai penyakit termasuk menyembuhkan orang buta.

5. Menghidupkan orang mati.

6. Menurunkan Hidangan dari langit.

7. Diangkat ke langit oleh Allah ke langit.

Saat berusia 33 tahun 3 bulan 3 hari, Nabi Isa diangkat dari bumi ke langit (syurga) ketika bani Israil berusaha menyalibnya.

8. Berjalan di permukaan air. 
Menurut ahli kisah al-tsalabi menceritakan bahwa Nabi Isa as dapat berjalan diatas permukaan air dan tidak tenggelam. Mukjizat ini tidak diceritakan dalam Alquran.

Salah satu sifat yang patut diteladani dari Nabi Isa adalah tidak pernah membalas dendam terhadap orang yang menyakiti atau melukai beliau secara fizik ataupun emosi. Nabi Isa selalu menyingkapi perlakuan buruk dengan kebijaksanaan dan ketenangan hati. Nabi Isa mengajarkan umat muslim untuk memiliki sikap yang bijaksana dan penuh kelembutan dalam menghadapi perlakuan buruk dari orang lain.

Nabi Isa AS akan kembali di Akhir Zaman

Rasulullah SAW bersabda :

"Demi Allah yang jiwaku berada di genggaman-Nya, Ibnu Maryam akan turun di tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta akan melimpah ruah sehingga tidak seorang pun menerimanya (karena tidak ada lagi yang miskin), sampai-sampai satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya." Selanjutnya Abu Hurairah berkata, "Kalau kalian mahu, bacalah firman Allah, "Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." 
(HR Bukhari dan Muslim)

"Antara aku dan dia (yakni Isa) tidak ada nabi. Dan dia akan turun. Kalau kalian melihatnya, ketahuilah. Dia seorang lelaki yang postur tubuhnya sedang, warna kulitnya antara kemerah-merahan dan keputih-putihan, kepalanya seperti meniteskan air padahal tidak tersentuh air. Dia akan memerangi manusia membela Islam. Dia mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Pada zamannya, Allah memusnahkan seluruh agama kecuali agama Islam, dan Dia membinasakan al-Masiih ad-Dajjal. Dia hidup di bumi selama empat puluh tahun, lalu dia meninggal dan disolatkan oleh kaum muslimin."
(HR Abu Dawud, Hakim & Ibnu Khuzaimah)


Olahan dan Rujukan Dari :
QuranCom
CNNIndonesia
MerdekaCom

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Hidup Hassan Al-Basri & 40 Nasihat Kehidupan

Hasan al-Basri dilahirkan di Kota Madinah, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin al-Khattab pada tahun 21 Hijrah (642 Masihi). Hasan al-Basri juga pernah berguru kepada beberapa orang sahabat Rasulullah S.A.W. sehingga beliau muncul sebagai Ulama terkemuka dalam peradaban Islam. Hasan al-Basri telah meninggal dunia di Basrah, Iraq, pada hari jumaat 5 Rejab 110 Hijrah (728 Masihi), pada umur 89 tahun. Beliau pernah hidup di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Keilmuan dan ketokohan Imam Hasan al-Basri amat luar biasa dan tidak perlu disangkal lagi. Al-Imam Abu Salamah at-Tabuzaki mengatakan “aku menghafal daripada Imam Hasan al-Basri lapan ribu permasalahan Fiqh dan Hadith”. Saidina Anas ibn Malik pernah mengatakan “kalian tanyalah pada Imam Hasan al-Basri kerana beliau itu kuat ingatan sedangkan kami lupa”. Manakala menurut Imam Muhammad ibn Saad di dalam kitabnya menyebut “Imam Hasan al-Basri orang yang mengumpulkan semua ilmu, sangat alim, sangat mendal...

Sejarah Perjuangan Mat Kilau di Negeri Pahang

Mat Kilau diiktiraf sebagai salah seorang pahlawan Melayu yang berani menentang penjajahan British di Pahang pada akhir abad ke-19. Bapa kepada Mat Kilau ialah Imam Rasu atau digelar Tok Gajah dan Ibundanya pula bernama Teh Mahda.  Mat Kilau dilahirkan pada tahun 1865 di Kg. Kendondong, Pulau Tawar, Jerantut Pahang. Ketika berusia 20 tahun, Mat Kilau berkahwin dengan seorang gadis yang bernama Yang Chik binti Imam Daud. Hasil perkahwinan ini, Mat Kilau telah dikurniakan tiga orang anak. Dikatakan setelah berkahwin, Mat Kilau mula memperdalamkan ilmu Persilatan, Keagamaan disamping Ilmu Kebatinan. Antara kelebihan Mat Kilau ialah berkemampuan untuk menghilangkan diri dalam sekelip mata. Antara guru yang banyak menumpahkan ilmu kepada beliau juga tidak lain tidak bukan bapanya sendiri iaitu Tok Gajah. Menurut lain-lain sumber Mat Kilau juga mempunyai seorang Guru Agama & Kebatinan iaitu Haji Osman yang dikenali juga sebagai Haji Muntuk sebelum dia berpindah ke Pekan s...

Sejarah & Fadilat Bertawasul dengan Ahli Badar

Lokasi Perang Badar Perang Badar merupakan Peperangan yang paling Unggul & Mulia. Ia merupakan peperangan yang pertama kali diketuai oleh Baginda Rasulullah Saw. Peperangan ini dinamakan dengan Badar bersempena dengan lokasi berlakunya peperangan. Perang Badar juga dikenali dengan nama “Badar Al-Kubra” berlaku pada 17 Ramadhan Tahun 624M. Sebab berlakunya pertempuran ini ialah masyarakat kafir Quraisy yang tidak dpat menerima perkembangan Islam yang semakin pesat dalam kalangan Penduduk Madinah dan kawasan sekitarnya. Mereka juga menyekat perdagangan umat Islam dengan pelbagai cara, termasuk sanggup membunuh umat Islam. BERTAWASSUL DENGAN NAMA-NAMA AHLI BADAR – Oleh Ustaz Iqbal Zain Sebagian faedah (keutamaan) membaca nama-nama ahli Badar radliyallahu ‘anhum dan Selawat Badar: Syeikh Asqalani r.a. berkata: “Anak saudaraku ku ditahan oleh tentara kaum musyrik (Rom), mereka mahu melepaskan anak saudara ku bila ada tebusan harta yang banyak, tapi saya tidak mampu memberi tebusan, kemu...